Minggu, 13 Maret 2016

Sejarah, Pengertian, Perkembangan WEB



World Wide Web merupakan penerapan penyajian informasi yang saat ini merupakan media yang paling banyak diakses oleh manusia. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa manusia menjadi tergantung pada mesia tersebut untuk dapat memenuhi kebutuhannya akan informasi. Oleh karena itu Website sampai saat ini memasuki generasi ke 3 yaitu Web 3.0 atau disebut semantic web yang meskipun masih dalam perdebatan para analis dan peneliti untuk standarisasi. Adapun generasi website yang sudah ada dan masih berjalan yaitu Web 1.0 dan Web 2.0 yang saat ini kita dapat kenal dengan Web Science, yang secara dapat memudahkan penggunanya dalam mengakses informasi yang mereka butuhkan dengan mudah. Dalam penulisan kali ini, saya akan membahas mengenai sejarah, pengertian, perkembangan serta perbedaan dari masing – masing versi web diatas.
 Sejarah Singkat Web
Website pertama kali ditemukan oleh Sir Timothy John, Tim Berners-Lee. Pada tahun 1991 website terhubung dengan jaringan. Tujuan dari dibuatnya website pada saat itu yakni untuk mempermudah tukar menukar dan memperbaharui informasi kepada sesama peneliti di tempat mereka bekerja. Dengan demikian pengertian website saat itu masih sebatas tukar menukar informasi, bukan pengertian website secara terminologi.
 Website dipublikasikan ke publik setelah adanya pengumuman dari CERN pada tanggal 30 april 1993. CERN menyatakan bahwa website dapat digunakan secara gratis oleh semua orang. Pada saat ini pengertian website sudah masuk ke dalam ranah publik karena sudah bisa digunakan oleh semua orang dimanapun dan kapanpun.
 Secara garis besar, website bisa digolongkan menjadi 3 bagian yaitu:

  • Website Statis : web yang mempunyai halaman tidak berubah. Artinya adalah untuk melakukan perubahan pada suatu halaman dilakukan secara manual dengan mengedit code yang menjadi struktur dari website tersebut.

  • Website Dinamis : website yang secara struktur diperuntukan untuk update sesering mungkin. Biasanya selain utama yang bisa diakses oleh user pada umumnya, juga disediakan halaman backend untuk mengedit kontent dari website. Contoh umum mengenai website dinamis adalah web berita atau web portal yang didalamnya terdapat fasilitas berita, polling dan sebagainya.

  • Website Interaktif : web yang saat ini memang sedang booming. Salah satu contoh website interaktif adalah blog dan forum. Di website ini user bisa berinteraksi dan beradu argument mengenai apa yang menjadi pemikiran mereka. Biasanya website seperti memiliki moderator untuk mengatur supaya topik yang diperbincangkan tidak keluar jalur.

Unsur – Unsur yang Ada di Dalam Website

  1. Nama Domain adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi nama server komputer seperti web server atau email server di jaringan komputer ataupun internet. Nama domain berfungsi untuk mempermudah pengguna di internet pada saat melakukan akses ke server, selain juga dipakai untuk mengingat nama server yang dikunjungi tanpa harus mengenal deretan angka yang rumit yang dikenal sebagai IP address. Nama domain ini juga dikenal sebagai sebuah kesatuan dari sebuah situs web. Nama domain kadang-kadang disebut pula dengan istilah URL, atau alamat website. Contoh domain di antaranya .com,.net,.org,.info,… dan masih banyak lagi. 
  2. Hosting atau Web Hosting adalah sebuah tempat untuk menyimpan data-data di internet baik berupa tulisan, gambar ataupun file-file lainnya. Hosting sendiri bervariasi harganya, tergantung kapasitas dan fitur yang ditawarkan. Kalau Anda masih dalam tahap belajar sebaiknya menggunakan hosting yang personal agar lebih hemat. 
  3. Desain Website dan Pemeliharaan Website Setelah mempunyai domain dan hosting, saatnya Anda untuk membangun website Anda. Anda bisa membuat website sesuai keinginan Anda, tentunya jika Anda mempunyai kemampuan akan hal itu. Desain website yang bagus ditambah pemeliharaan dengan update artikel menarik, akan hipnotis pengunjung untuk terus datang ke situs kita. Otomatis situs atau website kita akan bernilai lebih mahal di mata publik. Dan akan banyak yang tertarik untuk memasang iklan, tentunya bisa menambah penghasilan kita.

PERBEDAAN
Web 1.0 adalah versi awal dari web dimana tujuannya adalah menghubungkan semua orang melalui internet. Informasi disajikan dan hanya apa yang tertera yang menjadi konsumsi kita. Web berfungsi sebagai sumber informasi, pembelajaran dan untuk dibaca tanpa banyak interaksi. Apa yang disajikan, itulah yang kita dapatkan. Sedangkan Web 2.0 merupakan web sosial yang merupakan kolaborasi dari berbagai pengguna secara komunikatif, dalam web 2.0, pengguna terlibat sebagai penulis, author atau penciptanya, karena web 2.0 merupakan kontruksi sosial, dimana penggunanya berbagi dan berinteraksi dengan pengguna lain didalam kelompoknya. Jika dalam web 1.0 penggunanya bersifat individu, dalam web 2.0, penggunanya adalah komunitas. dalam web 1.0, lebih banyak berupa home page sedangkan web 2.0, mulai bermunculan blog-blog dan wikis. Pengguna yang terlibat dalam web 2.0 saling berbagi konten, terlebih lagi dengan hadirnya berbagai media sosial online. Pada web 3.0, cirinya adah portable dan personal.  konstruksi sosial tetap menjadi hal penting, namun ditambahkan dengan penciptaan kembali yang kontekstual. Jika pada web 2.0 konten banyak dibagikan oleh penggunanya, pada web 3.0 ini, konten dikonsolidasikan. Web aplikasi yang menjadi bagian web 2.0, digantikan oleh smart applications pada web 3.0. Ciri kas yang akan melekat pada web 3.0 selain mobilitasnya, adalah web semantik. Segala sesuatunya akan lebih menjadi personalisasi dengan mengidentifikasikan kebutuhan penggunanya.
PERKEMBANGAN
WEB 1.0
Versi web ini merupakan cikal bakal dari web. Tujuan utamanya untuk menghubungkan semua orang melalui internet. Informasi disajikan dan hanya yang tertera saja yang dapat dikonsumsi oleh pengguna. Versi ini muncul di era 90an. Dimasanya, web ini hanya bersifat statis, teknologinya pun cukup sederhana yakni, berkas html, css dan javascript. Pada era ini, web hanya dibuat untuk sharing informasi saja dan hanya tersusun atas teks dan gambar. Desainnya pun cukup kaku dan untuk zaman sekarang terkesan norak. Tetapi, pada masanya desain tersebut sangat canggih dan sangat memukau. Pada era web 1.0, para webmaster masih mengandalkan metode table untuk membentuk layoutnya sedangkan untuk animasi mereka mengandalkan flash atau gif. Pada tahun 1994-2000, ada sekitar 250.000 situs yang beredar dengan lebih dari 45juta pengguna secara global. Pada masa ini juga sudah dikenal dengan pemasangan iklan, yang pada zamannya dipasang pada banner. Pada web versi ini juga melahirkan E-Commerce 1.0 dimana penjual akan menunjukkan produknya (“Here is what we have”). Dalam hal berkomunikasi, karena era ini web hanya dapat dilihat isinya, tanpa pengguna dapat berkomentar, sehingga bentuk interaksi yang dihasilkan pun hanya satu arah saja.
WEB 2.0
Seiring dengan berjalannya waktu, mucullah web 2.0 dan penggunaan web 1.0 mulai ditinggalkan. Web 2.0 merupakan web sosial yang merupakan kolaborasi dari berbagai pengguna secara komunikatif. Dalam era ini, pengguna terlibat sebagai penulis, author atau pencipta dan bisa berkomunikasi dengan komunitasnya atau kelompoknya. Dalam era ini juga mulai bermunculan blog-blog dan wikis lalu setelah itu muncullah media sosial. Teknologi pada era web 2.0 pun sangat dinamis. Di era ini, sudah mulai dikenal istilah open source seperti framework php dan framework css. Webmaster diera ini, sudah meninggalkan desain layout dengan table, disini semua menggunakan css. Lantas, pada era ini sudah mucul HTML5 yang membuat berkurangnya penggunaan flash. Pada tahun 2000-2010, ketika penggunaan web 2.0 mulai menjamur, situs yang beredar sekitar 80juta situs dengan penggunanya secara global terhitung 1triliun lebih. Selain desain web yang berubah, desain iklan pun ikut berubah, dimana pada versi ini iklan muncul dengan tampilan interaktif, dinamis dan kontekstual sesuai dengan demografi dan geografi. Tidak hanya itu, iklan pada masa ini selain menawarkan barang yg dia jual, dia juga dapat memberikan rujukan kepada pembelinya (“People who bought this also bought that”). Dalam masalah berkomunikasi, karena sudah bermunculan berbagai media sosial, hal ini membuat pengguna dapat terlibat secara langsung. Pengguna dapat dengan mudah memposting tulisannya, berinteraksi dengan pengguna lain dan memberikan wawasan ataupun pemikirannya dalam berbagai blog maupun sebagai penulis di berbagai web popular.
WEB 0.3
Saat ini kita hampir memasuki era web 3.0 yakni era dimana teknologi web akan tersinkronisasi dengan beberapa perangkat fisik. Misalnya melalui web, kita bisa mengontrol kondisi rumah via web saat kita sedang keluar kota.  Pada era ini mobile social networking dan semantic computing menjadi ciri yang khas, dimana akses terhadap internet dilakukan terhadap internet dilakukan dimana saja dan kapan saja dan tidak hanya melalui komputer. E-Commerce 3.0 penjual akan mencari penggunanya dan dengan perilaku penggunanya dapat menunjukkan apa yang diinginkan oleh pengguna tersebut (“We believe this is what you are looking for”). Untuk masalah berkomukasinya, web 3.0 lebih hebat lagi karena situs – situs web pada era ini sudah dapat diakses dimana saja dan kapan saja, sehingga dapat berinterkasi dengan siapa saja, menggunakan apapun dan dapat dilakukan dimanapun.
Seperti yang telah dipaparkan mengenai web 1.0, 2.0 dan 3.0, diumpamakan dalam proses perkembangannya, web 1.0 seperti halnya seorang anak belajar merangkak, web 2.0 seperti ketika seseorang sudah mampu berjalan dan web 3.0 diumpamakan seseorang dengan kemampuannya yang telah meningkat, dari berjalan menjadi berlari. Harus kita sadari, setiap munculnya teknologi baru, maka perubahan dalam masyarakat juga akan terjadi. Pengaruh dari perkembangan dari web 1.0 hingga web 3.0 dapat terlihat lebih jelas dalam masyarakat perkotaan yang memiliki akses yang lebih cepat dan tersedia. Namun kehadiran web 3.0 dengan cirinya yang mobile, tidak menutup kemungkinan akan memudahkannya masyarakat di daerah maupun perdesaan dapat mengakses apa yang di akses oleh masyarakat perkotaan. Selama infrastruktur terus dikembangkan dan merata sampai ke pelosok, akses akan semakin terbuka bagi setiap orang.
Sumber:
Grant, A. E. & Meadows, J. H. (2010). Communication Technology Update and Fundamentals. 12th Edition. Focal Press
Straubhaar, J., LaRose, R. & Davenport R.,  (2011). Media Now: Understanding Media, Culture, and Technology, 2011 Update  Seventh  Edition. Thomson-Wadsworth
Keen, A. (2015). Internet is not the answer. New York, Atlantic Monthly Press.
Christian, D.S. (2010, January 22). Learning ecosystems. Retrieved from (http://www.calvin.edu/~dsc8/1to1.html)
Technologies quotes. retrieved February 18, 2015 from (http://www.brainyquote.com/quotes/topics/topic_technology.html)
Web, Jurnal. 2015.  Pengertian dan Sejarah Blog. (http://www.jurnalweb.com/pengertian-dan-sejarah-blog/)
Niyu. 2015. Perkembangan Web 1.0, 2.0 dan 3.0.               (http://komunikasi.us/index.php/course/2765-perkembangan-web-1-0-2-0-dan-3-0)
Hidayat, Rahmat. 2010. Cara Praktis Membangun Website Gratis. Jakarta: PT Elex Media Komputindo
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar