Kali ini saya akan membahas mengenai
teknologi dan new media. Sebagai contoh bahan diskusi, saya mengambil judul “Komparasi
E-Toll Card dan E-Toll Pass (Double Piece dan Single Piece)”. Saya mengambil judul
ini karena kata e-toll ini menjadi sebuah dilema yang cukup berkembang di masyarakat
sekarang ini. Hal ini dapat terjadi karena ada sebagian orang yang menganggap
penggunaan e-toll card ini sebenarnya cukup efisien dalam hal transaksi jalan
tol tetapi di lain sisi ada yang beranggapan bahwa para pengguna e-toll itu
terlalu diberikan hak istimewa misalnya tanpa perlu antre lagi. Nah, kali ini
kita akan membantingkan seberapa efisien kah penggunaan e-toll card terhadap
pembayaran jalan tol atau seberapa cepat kah waktu yang dibutuhkan e-toll card
maupun e-toll pass untuk memproses. Mari simak jawabannya di bawah ini. Setelah
membaca harap memberikan komentar kepada saya agar saya dapat lebih baik lagi
dalam penulisan. Sekian intro dari saya, semoga dapat bermanfaat.
Mungkin jika Anda naik ke jalan tol anda sering kesal karena terlalu lama dalam pelayanan pembayaran tol. Wajar saja karena untuk satu mobil saja yang bertransaksi memerlukan waktu yang hampir menyentuh angka 10 detik. Berdasarkan hal itulah, PT. Bank Mandiri, Tbk membuat E-Toll Card yang dapat mempercepat transaksi di gerbang tol. Jika Anda sering masuk ke jalan tol, mungkin kata e-toll (elektronik toll) sudah tidak
asing lagi di telinga Anda. Namun, sekarang penggunaan e-toll card
sudah tidak hanya untuk bayar toll saja, melainkan bisa untuk naik kereta,
mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina, sampai berbelanja di sejumlah mini
market yang ada di Indonesia. Tidak hanya itu saja, bahkan di beberapa tempat
parkir umum, sudah ada yang menyediakan layanan untuk membayar parkir dengan
menggunakan e-toll card. Tetapi pihak Bank Mandiri selaku
pemilik dari e-toll ingin mencoba membuat suatu perubahan. Dengan menggunakan
kartu e-toll card yang berbasis Touch&Pass (Tapping/menaruh kartu di tempat
sensor) itu membutuhkan waktu 5-6 detik untuk memproses data kartu, tetapi kini pihak Bank Mandiri telah
membuat sistem baru yang disebut dengan Hi-Pass atau kita sering mendengarnya
dengan sebutan e-toll pass. Untuk menggunakan Hi-Pass ini kita perlu alat
tambahan yang oleh pihak Bank Mandiri disebut dengan nama OBU (On Board Unit).
Jadi alat ini akan diletakkan di dalam mobil yang biasanya ditempelkan di kaca
depan mobil. OBU ada dua macam yang pertama adalah OBU Double Piece dan yang teranyar
bernama OBU Single Piece (T-Pass).
Untuk OBU yang terdahulu atau yang masih membutuhkan
kartu e-toll, itu membutuhkan waktu kurang lebih 3 detik dan kecepatan mobil
max. 10km/jam atau dengan kecepatan seperti itu bisa disebut dengan berhenti. Hal itu dapat terjadi karena OBU harus membaca
kartu terlebih dahulu, baru mengirimkan sinyal ke penangkap sinyal (receiver) yang terdapat diatas
loket GTO (Gerbang Tol Otomatis) lalu saldo dapat terpotong sesuai dengan harga
tolnya. Untuk penghubung antara receiver dan OBU ini menggunakan gelombang
inframerah, yang dimana dinilai kurang optimal. Karena posisi OBU di dalam mobil
harus berada di posisi yang tepat (sesuai dengan kemiringin kaca mobil) agar
posisi sinar inframerah yang dipancarkan oleh receiver sejajar dengan sinar yang
dipancarkan oleh OBU. Jika anda ingat pernah berbagi data dengan menggunakan
sinar inframerah pada perangkat handphone jadul, yang penggunaannya cukup rumit, karena harus menjajarkan handphone anda, bisa dikatakan secara kasar cara kerjanya hampir sama. Sedangkan untuk saldo atau topup, kita harus mengisi seperti e-toll atau
e-money biasa, yaitu harus datang ke ATM Bank Mandiri untuk pengisian saldo atau datang langsung ke Bank Mandiri dan atau bahkan anda perlu datang ke salah satu minimarket di
Indonesia dengan memberikan uang yang nantinya akan dikonversikan ke dalam
kartu. Hal ini dapat terjadi, karena OBU ini masih bergantung dengan kartu
e-toll dan e-money yang dikeluarkan oleh Bank Mandiri. Dan karena OBU ini
terpisah dengan kartu E-Toll Card, maka untuk top up, kita harus mencopotkan
OBU terlebih dahulu baru bisa mengtopup kartu e-toll atau e-money.
Tetapi kini ada angin segar yang dikeluarkan oleh pihak Bank Mandiri yang telah mengeluarkan
OBU terbaru. OBU varian terbaru ini memakai teknologi Single Piece. Artinya alat
ini tidak membutuhkan kartu e-toll atau e-money seperti versi terdahulunya. Ukuran OBU varian terbaru juga relatif lebih kecil karena tidak digunakannya kartu e-toll atau e-money dan dapat memangkas tempat yang diperlukan untuk kartu tersebut dan scannernya. Efek dari pengecilan OBU adalah harga jualnya yang jauh lebih murah. Direktur Utama Telkom Arief Yahya menyebut OBU
varian terbaru dijual lebih murah 3 kali lipat daripada OBU varian lama.
“Sekarang hemat biaya dan waktu. OBU dijual Rp 200 ribu kalau yang lama Rp 600
ribu,” kata Arief di Gerbang Tol Kalimalang II, Jakarta Timur, Jumat
(3/10/2014). Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Marga Adityawarman
menyebutkan pengendara mobil bisa melaju dengan kecepatan tinggi sekitar 70 – 100
km/jam saat memasuki pintu T-Pass tanpa harus berhenti. Sekitar 10 meter
sebelum pintu tol, sensor telah membaca OBU pada mobil sehingga bisa terbuka
otomatis. Sistem ini akan terhubung dengan rekening bank pemilik kendaraan yang
telah dipasangi single piece. Untuk pembayaran, karena sekarang PT. Bank Mandiri, Tbk bekerja sama dengan PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (telkom) yang memiliki koneksi ke 39 bank yang ada di Indonesia, alhasil sistem pembayaran bisa memakai
multibank dan fasilitas pembayaran modern seperti ATM dan mobile banking. Berhubung ini sudah multibank dan bisa dilakukan
dengan mobile banking, jadi OBU versi ini tidak perlu di bongkar-pasang jika
Anda ingin meng-topup. Varian ini juga nantinya akan terintegrasi dengan ERP
(Electronic Road Pricing) atau sistem jalan berbayar yang sedang di ujicoba
oleh Pemprov DKI Jakarta.
Jadi kesimpulan yang didapat adalah E-Toll Card sebenarnya memang efisien tetapi bukan yang paling efisien, karena masih ada kembarannya yaitu E-Toll Pass. Dengan bantuan dari mesin OBU, penggunaan e-toll menjadi lebih efisien. Jadi, wajar saja jika para pengguna E-Toll ini diberikan keistimewaan tanpa perlu mengantre. Saya berkata demikian karena para pengguna E-Toll dan E-Toll Pass ini memerlukan uang tambahan, seperti pembelian kartu dan pembelian mesin OBU yang tidak murah, jadi saya beranggapan bahwa para pengguna E-Toll ini diberikan keistimewaan.
Sumber : (dengan perubahan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar