Pada pertemuan kali ini saya akan membahas tentang "Pandangan Hidup Menurut Ajaran Buddha Dharma (Buddhisme) yang dihubungkan dengan Pancasila RI". Karena Pancasila sudah dijadikan dasar negara RI dan sudah dijadikan pandangan hidup Bangsa Indonesia sekian lamanya saya akan membahasnya dari sisi Buddhisme. Saya menyadari artikel saya masih jauh dari sempurna, saya mengharapkan teman-teman dapat memberikan saran dan kritik yang membangun bagi penulis.
Karena
kita hidup di masyarakat yang majemuk, terdiri dari berbagai suku bangsa, ras
dan agama, kita semua Bangsa Indonesia disatukan dengan menggunakan Pancasila
yang saudah menjadi dasar pedoman hidup bangsa Indonesia. Karena sila pertama
dari Pancasila kita adalah Ketuhanan Yang Maha Esa dan berhubung saya beragama
Buddha, saya berpedoman kepada Ajaran Buddha. Ketuhanan Yang Maha Esa
diletakkan di dalam sila pertama karena kita harus memulai segala sesuatu
dengan mengingat kepada Tuhan, kita tidak akan hidup tanpa bantuan Tuhan. Oleh
sebab itu, itulah alasan saya mengambil topik ini sebagai bahan penulisan saya.
Mari
pertama kita mulai dari kata Dhamma. Dhamma adalah kata dalam bahasa Pali.
Dhamma artinya kesunyataan mutlak, kebenaran mutlak atau hukum abadi. Dhamma
tidak hanya terdapat di dalam hati sanubari atau di dalam pikiran manusia saja,
tetapi juga terdapat di seluruh alam semesta. Seluruh alam semesta juga
merupakan Dhamma. Jika bulan timbul atau tenggelam, hujan turun, tanaman
tumbuh, musim berubah, dan sebagainya, hal ini tidak lain juga merupakan
Dhamma; juga yang membuat segala sesuatu bergerak, yaitu sebagai yang
dinyatakan oleh ilmu pengetahuan modern, seperti ilmu fisika, kimia, biologi,
astronomi, psikologi, dan sebagainya, adalah juga merupakan Dhamma. Di dalam Dhammaniyama sutta, Sang Buddha bersabda
demikian: “O, para bhikkhu, apakah para
Tathagatha muncul di dunia atau tidak, terdapat hukum yang tetap dari segala
sesuatu (Dhamma), terdapat hukum yang pasti dari segala sesuatu. …”. Tujuan
hidup umat Buddha adalah tercapainya suatu kebahagiaan, baik kebahagiaan yang
masih bersifat keduniawian (yang masih berkondisi) yang hanya bisa menjadi
tujuan sementara saja; maupun kebahagiaan yang sudah bersifat mengatasi
keduniaan (yang sudah tidak berkondisi) yang memang merupakan tujuan akhir, dan
merupakan sasaran utama dalam belajar Buddha Dhamma. Di dunia ini masih
terdapat cukup banyak orang yang masih memiliki pengertian salah mengatakan
bahwa, Agama Buddha (Buddha Dhamma) hanya menaruh perhatian kepada cita-cita
yang luhur, moral tinggi, dan pikiran yang mengandung filsafat tinggi saja,
dengan mengabaikan kesejahteraan kehidupan duniawi dari umat manusia. Padahal,
Sang Buddha di dalam ajaran-Nya, juga menaruh perhatian besar terhadap
kesejahteraan kehidupan duniawi dari umat manusia, yang merupakan kebahagiaan
yang masih berkondisi. Kita bisa mengetahui bahwa Sang Buddha juga
memperhatikan kesejahteraan dalam kehidupan duniawi; tetapi memang, Beliau
tidak memandang kemajuan duniawi sebagai sesuatu yang benar, kalau hal tersebut
hanya didasarkan pada kemajuan materi semata, dengan mengabaikan dasar-dasar
moral dan spiritual; Sebab seperti yang dijelaskan tadi, yaitu bahwa tujuan
hidup umat Buddha, bukan hanya mencapai kebahagiaan di dalam kehidupan duniawi
(kebahagiaan yang masih berkondisi saja), tetapi juga bisa merealisasi
kebahagiaan yang tidak berkondisi, yaitu terbebas total dari dukkha,
terealisasinya Nibbana. Maka meskipun menganjurkan kemajuan material dalam
rangka kesejahteraan dalam kehidupan duniawi, Sang Buddha juga selalu
menekankan pentingnya perkembangan watak, moral, dan spiritual, untuk
menghasilkan suatu masyarakat yang bahagia, aman, dan sejahtera secara lahir
maupun batin; dalam rangka tercapainya tujuan akhir, yaitu terbebas dari dukkha
atau terealisasinya Nibbana.
Saya
menyadari bahwa semua agama yang telah diakui oleh Pemerintah Republik
Indonesia mempunyai ajaran yang baik, namun ajaran tersebut dipaparkan dengan
caranya sendiri. Coba jika kita mengikuti semua aturan yang sudah ditetapkan di
dalam Kitab Suci kita masing – masing, saya berani menjamin Bangsa Indonesia
bisa hidup lebih baik lagi dari sebelumnya. Saya menyadari artikel saya ini
masih jauh dari sempurna oleh sebab itu, dibawah ini saya melampirkan link
website agar Anda dapat lebih memahami lagi.
(Sumber :
http://artikelbuddhist.com/2011/05/agama-dan-tujuan-hidup-umat-buddha.html)
dengan perubahan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar