Sabtu, 02 Mei 2015

PANDANGAN HIDUP MENURUT AJARAN BUDDHA DHARMA (BUDDHISME) YANG DISINKRONKAN DENGAN PANCASILA RI



Pada pertemuan kali ini saya akan membahas tentang "Pandangan Hidup Menurut Ajaran Buddha Dharma (Buddhisme) yang dihubungkan dengan Pancasila RI". Karena Pancasila sudah dijadikan dasar negara RI dan sudah dijadikan pandangan hidup Bangsa Indonesia sekian lamanya saya akan membahasnya dari sisi Buddhisme. Saya menyadari artikel saya masih jauh dari sempurna, saya mengharapkan teman-teman dapat memberikan saran dan kritik yang membangun bagi penulis.
      Karena kita hidup di masyarakat yang majemuk, terdiri dari berbagai suku bangsa, ras dan agama, kita semua Bangsa Indonesia disatukan dengan menggunakan Pancasila yang saudah menjadi dasar pedoman hidup bangsa Indonesia. Karena sila pertama dari Pancasila kita adalah Ketuhanan Yang Maha Esa dan berhubung saya beragama Buddha, saya berpedoman kepada Ajaran Buddha. Ketuhanan Yang Maha Esa diletakkan di dalam sila pertama karena kita harus memulai segala sesuatu dengan mengingat kepada Tuhan, kita tidak akan hidup tanpa bantuan Tuhan. Oleh sebab itu, itulah alasan saya mengambil topik ini sebagai bahan penulisan saya.
Mari pertama kita mulai dari kata Dhamma. Dhamma adalah kata dalam bahasa Pali. Dhamma artinya kesunyataan mutlak, kebenaran mutlak atau hukum abadi. Dhamma tidak hanya terdapat di dalam hati sanubari atau di dalam pikiran manusia saja, tetapi juga terdapat di seluruh alam semesta. Seluruh alam semesta juga merupakan Dhamma. Jika bulan timbul atau tenggelam, hujan turun, tanaman tumbuh, musim berubah, dan sebagainya, hal ini tidak lain juga merupakan Dhamma; juga yang membuat segala sesuatu bergerak, yaitu sebagai yang dinyatakan oleh ilmu pengetahuan modern, seperti ilmu fisika, kimia, biologi, astronomi, psikologi, dan sebagainya, adalah juga merupakan Dhamma. Di dalam Dhammaniyama sutta, Sang Buddha bersabda demikian: “O, para bhikkhu, apakah para Tathagatha muncul di dunia atau tidak, terdapat hukum yang tetap dari segala sesuatu (Dhamma), terdapat hukum yang pasti dari segala sesuatu. …”. Tujuan hidup umat Buddha adalah tercapainya suatu kebahagiaan, baik kebahagiaan yang masih bersifat keduniawian (yang masih berkondisi) yang hanya bisa menjadi tujuan sementara saja; maupun kebahagiaan yang sudah bersifat mengatasi keduniaan (yang sudah tidak berkondisi) yang memang merupakan tujuan akhir, dan merupakan sasaran utama dalam belajar Buddha Dhamma. Di dunia ini masih terdapat cukup banyak orang yang masih memiliki pengertian salah mengatakan bahwa, Agama Buddha (Buddha Dhamma) hanya menaruh perhatian kepada cita-cita yang luhur, moral tinggi, dan pikiran yang mengandung filsafat tinggi saja, dengan mengabaikan kesejahteraan kehidupan duniawi dari umat manusia. Padahal, Sang Buddha di dalam ajaran-Nya, juga menaruh perhatian besar terhadap kesejahteraan kehidupan duniawi dari umat manusia, yang merupakan kebahagiaan yang masih berkondisi. Kita bisa mengetahui bahwa Sang Buddha juga memperhatikan kesejahteraan dalam kehidupan duniawi; tetapi memang, Beliau tidak memandang kemajuan duniawi sebagai sesuatu yang benar, kalau hal tersebut hanya didasarkan pada kemajuan materi semata, dengan mengabaikan dasar-dasar moral dan spiritual; Sebab seperti yang dijelaskan tadi, yaitu bahwa tujuan hidup umat Buddha, bukan hanya mencapai kebahagiaan di dalam kehidupan duniawi (kebahagiaan yang masih berkondisi saja), tetapi juga bisa merealisasi kebahagiaan yang tidak berkondisi, yaitu terbebas total dari dukkha, terealisasinya Nibbana. Maka meskipun menganjurkan kemajuan material dalam rangka kesejahteraan dalam kehidupan duniawi, Sang Buddha juga selalu menekankan pentingnya perkembangan watak, moral, dan spiritual, untuk menghasilkan suatu masyarakat yang bahagia, aman, dan sejahtera secara lahir maupun batin; dalam rangka tercapainya tujuan akhir, yaitu terbebas dari dukkha atau terealisasinya Nibbana.
Saya menyadari bahwa semua agama yang telah diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia mempunyai ajaran yang baik, namun ajaran tersebut dipaparkan dengan caranya sendiri. Coba jika kita mengikuti semua aturan yang sudah ditetapkan di dalam Kitab Suci kita masing – masing, saya berani menjamin Bangsa Indonesia bisa hidup lebih baik lagi dari sebelumnya. Saya menyadari artikel saya ini masih jauh dari sempurna oleh sebab itu, dibawah ini saya melampirkan link website agar Anda dapat lebih memahami lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar